Tags

Siapa yang tak kenal dengan pembalap satu ini ??? Identik dengan rambut kribo, gaya balap liar (sepintas sangat mirip dengan Valentino Rossi) bahkan cenderung terlalu berani, dia dikenal dengan sebutan SuperSic atau King of Elbow karena keahliannya untuk berbelok dengan menggunakan sikunya, Dia sangat di cintai sekaligus dibenci, sangat kontroversial jika boleh disebut seperti itu.

Marco Simoncelli lahir di Cattolina, 20 Januari 1987 (namun ia tumbuh di Coriano) dari pasangan Paolo Simoncelli dengan Rosella Simoncelli. SuperSic mengawali karirnya di dunia balap motor profesional, ketika ia menginjak usia 9 tahun di ajang Italian Minimoto Championship. Selang beberapa tahun kemudian ia hijrah ke ajang European 125cc dan berhasil menjadi juara ditahun 2002. Ia kemudian naik kelas diajang MotoGp kelas 125cc, selama tiga tahun berlaga raihan terbaiknya adalah posisi kelima pada tahun 2005. Selanjutnya ia mulai naik kelas lagi dikelas yang lebih bergengsi yaitu 250cc, hasilnya adalah ia mampu menjadi Juara dunia ditahun 2008 bersama Tim Gilera. Hasil ini tentu saja membuatnya banyak dilirik oleh tim diajang paling bergengsi MotoGp,  dan akhirnya Tim Gresini Honda yang berhasil merekrutnya pada tahun 2010 dan kembali dikontrak untuk musim 2011 karena pencapainya yang sangat luar biasa. Torehan terbaiknya adalah berhasil naik podium diposisi kedua di Sirkuit Phillip island, Australia.

Menurut Matteo Guirinoni yang merupakan komentator MotoGp sekaligus pembalap superbike dari Itali Corriano adalah satu daerah yang berjarak hanya sekitar 30km dari tempat tinggal Valentino Rossi, artinya memang sedikit banyak gaya balap Simoncelli terinspirasi oleh Rossi. Pada saat Simoncelli memulai karir balapnya di usia 9 tahun maka Valentino Rossi sudah memasuki usia 17 tahun dan pada saat itu Rossi baru saja menancapkan sayapnya diajang MotoGp kelas 125cc. Rossi dan Simoncelli adalah sepasang sahabat, hampir disetiap kesempatan mereka terlihat berdua. Saat Simoncelli menjadi Juara Dunia tahun kelas 250cc bebarengan pula Rossi meraih Gelar Juara Dunianya yang ke-9, mereka bahkan saling mengunjungi satu sama lain dan memberikan ucapan selamat.

Sebenarnya menjelang kepergiannya Simoncelli pernah berkata “Ayah aku ingin Pulang, aku Capek”, namun Paolo Simoncelli menganggap hal itu wajar saja karena pada saat itu kondisi Sirkuit Sepang memang sedang sangat panas, hampir semua pembalap ketika hendak melakukan warm up membuka baju balapnya pun dengan Simoncelli sembari menutupi mukanya dengan handuk dingin berwarna kuning. Saat bersamaan pula SuperSic sempat mengenalkan website terbarunya yaitu marcosimoncelli.it namun sayang sang empunya harus tewas di Sirkuit Sepang pada tanggal 23 Oktober 2011 dikarenakan mengalami cedera para otak dan dada karena efek dari tabrakan beruntun di Lap kedua tikungan ke-11 dengan Colin Edwards dan Valentino Rossi.

Berikut adalah kutipan dari website resmi Simoncelli setelah pemakaman selesai dilakukan

“Marco akan mengatakan banyak sekali diabo untuk kalian semua, untuk mengirimkan pesan belasungkawa silahkan kirim email ke ciao@58marcosimoncelli.it terima kasih juga untuk kalian yang telah mengirimkannya”.

Ketika prosesi pemakaman dilaksanakan banyak sekali para sahabat yang menulis kesan dalam buku kenangan yang disediakan diantaranya adalah Rossi yang berkata “saya sangat merindukanmu”, kemudian Andrea Dovisioso “kamu begitu kuat dan mendorong saya untuk lebih kuat lagi”, sedang Juara dunia MotoGp 2010 Jorge Lorenzo juga menuliskan sesuatu : “saya selalu akan mengingatmu, maafkan saya karena pernah bertengkar denganmu”.

Kematiannya sangat tragis,  meninggalkan kesan yang sangat mendalam, tak hanya keluarga, sahabat, luar dan dalam paddock, bahkan para penggemar setia acara motogp tersentak semuanya. Bukan tanpa sebab mereka semua merasa kehilangan, Simoncelli adalah sosok yang sangat hangat, ramah terhadap semua orang baik diluar dan dalam paddock, sangat mencintai penggemarnya, dan itu semua sudah sangat cukup menggambarkan betapa dunia kehilangan sosok Simoncelli. Sekitar tak kurang dari 3000 penggemar datang untuk memberi penghormatan terakhir begitu pula dengan para rider baik yang seangkatan ataupun tidak. Valentino Rossi yang merupakan sahabat sekaligus kakak bagi Simoncelli mengungkapkan duka yang sangat mendalam melalui account disebuah jaringan pertemanan, ia berkata “ Simoncelli adalah sosok yang kuat dilintasan tapi lembut ketika dirumah dan aku akan sangat meridukannya”.

Kesederhanaanya, Kepolosanya, Keramah-tamahanya, senyumannya, mungkin takkan pernah kita temui lagi namun semangatnya tentu takkan pernah luntur, dan walau kini ia sudah berada di Podium tertinggi ia akan tetap tak tergantikan, ia akan tetap hidup dan pada saatnya nanti akan lahir Simoncelli lainnya mungkin diluar tanah kelahiranya Corrina. RACE IN PEACE SUPERSIC.

\arrivedersi

Advertisements