Tak ada yang ingin kutulis sungguh …

Tapi tanganku ingin memencet tuts didepan layar yang bercahaya itu

ia seakan akan lebih mengerti inginku

daripada diriku sendiri yang kerap memendam ingin

Tak ingin yang ada kurisaukan, benar

namun seperti biasa mataku selalu memprotes

dengan tatapan nanar selalu saja ia melakukan aksinya

hingga aku terpaksa sekali lagi mengaku kalah

Kemudian aku berusaha mengingkari seseorang

Ah tapi jantungku tak pernah mau berbohong

Ia dengan derap dan semangat empat lima-nya

terus saja berdetak kencang melebihi detak waktu

Lalu aku berkata “aku cinta sepi seperti saat ini”

namun daguku menggeleng dengan kuatnya

ia tahu aku tak pernah mencintai sepi

karena sepi lebih membuatku berasa mati

dagu itu rindu bertopang pada bahu

karena memberinya sebuah rasa nyaman

Sepertinya kali ini aku harus mengibarkan bendera putih

Yah aku menyerah … aku mulai dihinggapi bosan pada sepi

Aku ingin sedikit warna dalam perjalanan ini

Aku masih mencintai sepi tapi aku tetap membutuhkan yang lain.

Rumah Pohon

04 desember 2011

20.08 wib

*menunggu pria itu datang 🙂

sumber gambar :http://andrijamil.blogspot.com/

Advertisements