Mungkin aku telah menjilat air liurku sendiri, bagaimana tidak sekurangnya 1 tahun yang lalu aku berkoar-koar untuk tidak terpikat apalagi membeli handphone Blackberry dengan alasan apapun juga, Namun baru beberapa hari yang lalu terpaksa kutelan bulat-bulat perkataan yang pernah terlontar dari bibir tebalku :).

Aku sebenarnya bukan orang yang terlalu mengikuti arus, tidak seberapa gaul, separuh gaptek, tapi sejauh ini aku selalu cuek saja nampak tak peduli dan tetap asyik berada diduniaku sendiri. Hingga aku merasa sedikit gerah dengan pertanyaan orang-orang yang meminta pin, sebenarnya itu tidak teramat menganggu karena akan ada yang lebih menganggu tentunya yaitu ketika kita berjualan, ataupun sangat aktif dikelas kehidupan sosial maka memang sangatlah bijak menggunakan ponsel cerdas ini, dengan fitur yang lengkap tentu memudahkan kita untuk melakukan apapun.

Masalahnya (dengan tidak bermaksud untuk menjelekkan sebuah produk karena aku sendirilah yang tak paham) adalah ketika aku sudah membeli ponsel ini ternyata banyak sekali hal-hal yang harus aku perhatikan, melebihi perhatianku pada ponsel nokia touchscreenku (kupikir ini sudah cukup sensitif). Pertama aku harus registrasi dahulu agar bisa memakai layanannya, setelahnya ada beberapa fitur yang harus diupdate dan diupload, sementara aku melakukan proses download gagal terus dan baru kuketahui belakangan (dari informasi temanku) bahwa dengan biaya harian meskipun unlimitted tidak akan bisa untuk melakukan download. Ketiga aku tidak tahu harus memakai provider mana manakala semua teman memberitahu bahwa sinyal ponsel ini sangatlah rentan, dan aku tinggal dikota kecil. Keempat kudapatkan hal ini dari internet yaitu setiap 3 hari sekali kalo bisa melepas baterai agar membuang hal-hal atau browsing yang tak perlu . Kelima aku benar benar tidak tahu cara memakainya, seharian kemarin aku stress hanya karena masalah mengaktifkan BBM (terlalu!!!!)

Mungkin hal diatas dilakukan untuk kebaikan bersama juga, tapi pada dasarnya aku bukanlah orang yang ribet jadi ribet sekali rasanya mengetahui prosesnya (atau mungkin aku yang tidak tahu seperti apa proses sebenarnya, sepertinya harus mencari tahu lagi jika masih sabar).

Sebenarnya ketika hati kecilku bertanya “seberapa penting ponsel itu buatku?”, maka jawabanya adalah “tidak seberapa penting”, maka timbul pertanyaan lain “lantas mengapa aku membelinya” dan jawabanku yang kuanggap tepat diantara sekian alasan adalah “mencoba mengikuti arus kemajuan jaman”. Oalah lalala ternyata aku memang kurang bisa mengikuti arus kemajuan jaman.

RUMAH POHON

6 Desember 2011

19.00 wib

sumber gambar : http://ratuponsel.blogspot.com/2009_11_01_archive.html

Advertisements