Image

 

Kepada : Dia yang Tak Bernama

Tabik,
Sengaja kutulis sebuah surat untukmu
Karena berbicarapun tak mungkin dilakukan
Maka biarkan saja kata-kata ini keluar dengan sendirinya
Mungkin akan lebih baik daripada ia menjadi batu

bulan ketiga yang singkat
bulan kedua yang padat
bulan pertama yang giat

Januari yang Istimewa
Februari yang Mempesona
Maret yang menghilang

Jinjit langkahku menghitung hari
Detik yang berlalu seakan gemulai
Ia terlalu lembut untuk dipercepat
Hingga penantian tak terasa menyekat

Masih tersisa disini sebuah lara
Untuk semua ucap yang berseru
Masih tersisa sebuah duka
Untuk semua janji yang meyakiti

Dan biarkan saja luka itu mengangga kembali

Sudah kuselesaikan dengan baik kalimatku
Yang berantakan diantara tetesan hujan
Salam,

Rumah Pohon,
29 Maret 2012
11.00 Wib

Advertisements