Dia bukan gadis bodoh
Dia hanya kesulitan untuk menterjemah
Tiap kata yang hendak keluar tergopoh
Dari kerongkongan dia rogoh

Dia dengan kepang dua dikepala
Selalu nampak lebih sederhana
Tenang bagai air ditelaga warna
Gemulai ditengah riak bala

Dini seorang pengembara
Lalu lalang ditengah rimba
Mencari sesosok pria
Yang mampu mengeja namanya

Sajak hidup yang kelam
Lagu tidur selalu tenggelam
Pagi hadir dengan geram
Dan malam tertutup oleh ruam

Dini hanya mencari bahagia
Menyandarkan kepala dipundak lain
Menikmati senja nan jingga
Berjalan iringi waktu bergelatin

Dini ingin mampu tersenyum
Tak terbatas oleh malam
Tak tersekat kata
Yang tak mampu dia eja

Dan ia sedang menjalaninya
Senyum itu akan jadi miliknya

Rumah pohon
4 April 2012
07.00 wib

Advertisements