Image

Datang dan pergi…
tanpa jejak apapun yang bisa di kenali sebagai barang bukti bahwa yang silih berganti itu pernah menetap sekejap di hati.

boleh ku pinjam jari-jari itu
mungkin bisa ku pakai penambah jika hitungan ku tak cukup merangkum semua memori yang samar-samar itu.

semua tak nyata bagiku,
namun telah sedemikian rilis menjejakkan sidik jari di semua penjuru rumahku..

Kemanakah para penghuni
Tak ada satu pun yang berbicara
Dan hati pun semakin membeku
Tembok pun menjadi saksi bisu

Waktu melaju dengan konstan
Ingatan sibuk memajang semua kejadian
Yang buruk akan segera dikemasi
Yang indah jadikan bekal nanti

Dinding-dinding terisi cerita hampa
Tak ada tanya tanpa harus bicara
Terdiam membisu dan lolongan pun berlalu
Namun cerita itu tak bisa ikut pergi

Kehilangan adalah sebuah kepastian
Pun kedatangan yang baru segera hadir
Dinding lalu hanya mampu sajikan getir
Namun lorong esok semua berganti yakin

Datang dan pergi merangkai semua mimpi
Ia hadir tanpa diduga, pun pergi tanpa kata
Namun ia meninggalkan lilitan cerita
Menghantarkan kita pada puncak fantasi

Aku selalu ingin datang ke tempat itu…
tempat berpintu seribu satu
di pintu mana tersimpan seribu peluk mu?
aku masih mencari-cari sampai keringat berbulir di dahi

Aku akan disini menanti datang mengisi pergi
Karena yang pergi takkan mungkin untuk kembali
Dan membuka kotak ingatan yang tercipta
Yang akan kusebarkan diujung senja

Senja hilang berganti malam
Malam Bercengkarama ingatan
Bulan bintang jadi penghibur
Warnai keindahan langit kelam

Yang hitam tak selamanya hitam
Yang putih belum tentu putih
Malam gelap berganti
Dan pagi menyambut mentari

Langkahku takkan terhenti disini
Meski mimpi itu datang dan pergi
Karena mentari tlah raih jemari
Tuk tetap susuri hari bersama pelangi

Yang datang akan mengisi yang pergi
Yang pergi mungkin takkan kembali lagi
Hitung saja memori yang tercipta
Sebarkan serbuknya dipenghujung senja

Senja hilang berganti malam
Malam Bercengkarama ingatan
Bulan bintang jadi penghibur
Warnai keindahan langit kelam

Yang hitam tak selamanya hitam
Yang putih belum tentu putih
Malam gelap berganti
Dan pagi menyambut mentari

Dan langkahku takkan terhenti disini
Meski mimpi itu datang dan pergi
Karena mentari tlah raih jemari
Tuk tetap susuri hari bersama pelangi

Rumah Pohon
12 april 2012
10.00 wib
*bait terangkai bersama kedua sahabatku yang tercinta yaitu dewieq dan nuri
gambar diambil dari : http://semestarenjana.blogspot.com/2011/02/galau-pergi.html

Advertisements