Susuri panas jalan dengan kaki telanjang
Tak tentu arah hendak melangkah
Yang ada hanya semangat panjang
Tuk tetap lanjutkan jinjit langkah

Biarpun lapar tak henti menghimpit
Jari kaki ini takkan mampu terhenti
Temukan arti hidup yang tersembunyi
Sembari tabur asa berharap ia bangkit

Gembel mungkin hanya sebuah sebutan
Namun tak dengan jiwa yang tertanam
Ia adalah jiwa dengan sejuta kejutan
Memberi pada tangan yang buram

Kejujuran mengajari kami tuk bertahan
Meski tempat kami tak layak tuk dipertahankan
Kami akan tetap tinggal tebar serbuk kebajikan
Bukan untuk kesombongan namun inilah bentuk kesederhanaan

Berbagi meski tak ada yang dibagi
Bergandengan walau dengan payah
Mencoba senyum didera riak susah
Seperih apapun akan dijalani

Dan kami akan terus seperti ini !

Rumah Pohon,
14 April 2012
22.22 wib
*tulisan untuk seorang kawan yang tiba-tiba menodong “buatkan puisi tentang gembel”

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements