Mengulum rindu di sesak waktu

Oleh: Octoninefa | 18 August 2010 | 23:46 WIB

Dan ku dengar rintihan gelisah itu
bergetar di bibir mu yang pucat
kau kisahkan padaku lelah hati menunggu waktu
menghitung setiap detik dengan paru-paru menyesak

Tentang rindu yang menggantung di langit-langit kamarmu
dalam kalkulasi waktu yang menggumpal di hari-hari mu yang sendu

diluar tidak ada berlarik-larik bintang
yang bisa kau pandang
bukan lantaran kegelapan yang datang mendekap malam
namun sebab kerlingnya terselip diantara kabut matamu yg bersemu mendung..

sedianya ingin ku lantunkan sebait lagu
yang mungkin bisa melelapkan wajahmu yang di balut kekosongan
yang melebarkan sayap keraguan

tak apa… jika air mata bisa menjadi tiang bagimu untk meraih tawa

maka menangislah kali ini…
lalu tersenyumlah untk kebahagiaan yang masih kau yakini…

^^selamat malam bidadariku yang cantik…semoga pagi yang kau nanti akan segera datang membawa ceria.. untukmu.. untuk dia… untuk kita….^^

*sebuah puisi untukku
Disaat ak terpuruk
Terima kasih untuk pertemanan ini
Aku masih merindukan kicaumu
Sungguh

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements