hap .. hap .. hap …

Kakiku melangkah kecil mengikuti alur kehidupan

Tak sanggup rasanya untuk berlari

Meskipun nampak jauh tertinggal dari kalian

Aku akan menyusul kalian … pasti !!!

 

hmmm apa kabar teman ?

Entah dimedia mana lagi aku bisa menyapa kalian dengan ketenaran kalian sekarang ini, maka biarlah aku menciptakan media sendiri untuk menyapa kalian. Sedikit menggeser waktu 3 tahun lalu dimana kita masih bersenda gurau, dengan ulah konyol, mimpi muluk, kelakuan gila, perkataan kacau dan entah sederet hal apalagi yang telah kita lakukan. Tampaknya kala itu tak ada kekhawatiran yang ada hanyalah senyum, mimpi dan gila.

Waktu kemudian dengan manisnya terus melenggang dan membuat semuanya nampak berbeda dengan beberapa perubahan yang kentara sekali, kalian dengan cucuran keringat berlomba-lomba mengikuti sayembara, sedang aku masih dalam tahap sekedar keinginan, ketika kalian berhasil memenangkan beberapa lomba bahkan pernah nonggol dibeberapa televisi swasta, aku hanya sanggup berkata “akhirnya kalian sukses”. Bahkan ketika buku-buku kalian dibukukan kalian masih memberikan perhatian padaku dengan sebuah pertanyaan “kapan giliranmu?”, aku hanya mampu tertawa lebar sekali.

Tadi seorang teman lainnya yang kupanggil unyet menelepon dan memberikan sebuah link tentang kesusastraan, hmmmmm kata dia “nyet ini link biar kamu melek sastra”. Kemudian aku terdiam dan merenungi kalimatnya “melek sastra”, aku rasa itu benar selama ini aku kurang melek sastra Β karena aku merasa aku tidak bisa, aku tidak mengerti, dan entah berapa banyak aku yang kugunakan sebagai alasan. Dia sahabatku yang teraneh meskipun aku sangat mengaguminya sebagai seorang penyair namun ketika kami berbincang maka yang ada hanyalah sebuah pertengkaran dengan disertai olok-olok tak pantas, terkadang aku sampai bertanya padanya “seperti ini ya kelakuan orang terkenal”

apakah aku pamer karena punya teman terkenal ? ah tidak juga, tulisan hanyalah sebuah cambukan untukku agar bangkit dari kursi malas yang selama ini selalu nyaman diduduki, aku sepertinya takut untuk bangkit dan berlari mengejar mereka entah apa sebabnya. Bukan pula karena aku iri terhadap kesuksesan mereka karena toh garis rejeki sudah diputuskan, yah setidaknya kini aku mau sedikit beranjak dari kursi kebanggaanku meskipun masih harus berjalan.

Pelan tapi pasti aku berusaha mengejar ketinggalanku, meski aku tahu takkan mampu sampai pada tahap melebihi kalian namun untuk sejajar dengan kalian aku rasa aku masih sanggup meski aku harus terenggah. Tangan kalian begitu kokoh menuntunku agar tak kembali duduk dikursi itu dan haruskah aku kembali menyerah ??? maka biarlah aku mencobanya dahulu kawan

tunggu aku ya

Rumah Pohon

13 November 2012

21.15 wib

Advertisements