Benar-benar hari yang aneh mengetik sudah penuh semangat ternyata tidak tersimpan dan harus mengulang kembali, padahal sudah hilang rasanya ….

 

Hampir sebulan lebih tidak membuka laman ini menjadikan rindu yang teramat sangat untukku apalagi melihat postingan teman-teman yang menarik untuk dikomentari, sebanrnya bukan tanpa sebab aku meninggalkan blog ini dan mungkin ini beberapa alasan yang hendak kuutarakan :

1. 2 minggu pertama harus berkutat dengan yang namanya “kemah” jadi kurang lebih 10 hari harus berada dihutan untuk menunaikan tugas (haiyah) dan selama itu pula tidak dimungkinkan untuk memegang alat elektronik karena tidak ada listrik disana dan aku benar-benar merasa hidup dijaman dahulu kala.

2. Seminggu kedua setelah acara kemah ternyata daya tahan tubuhku melemah, namun masih memaksakan untuk ikut lomba dan sampailah juga harus ambruk ditandai dengan mimisan yang lumayan dan membuat ayahku harus meng”cut” segala kegiatan yang tidak berhubungan dengan kantor.

3. 2 minggu ketiga Sekolah sibuk mempersiapkan acara Natal dan Tahun Baru berupa Kunjungan sosial ke Panti Asuhan, Meals Day, Berenang, Raportan, Acara tukar kado, Ujian akhir untuk anak bimbingan belajar, jadi pekerjaanku kala itu setelah lepas kantor cuma “hai mama … hai papa” masuk kamar denger mp3 sambil mengerjakan Raport dan memeriksa ulangan beberapa saat kemudian tertidur diatas raport tersebut (untung tidak ngiler) bangun jam 1 dini hari dan tidur kembali jam 4 dini hari dan harus bangun jam 5 pagi hari.

4. Seminggu terakhir adalah acara berkunjung ke Ibukota, hanya sekedar menyapa kawan yang sudah lama tak bisa kudekap. 4 tahun menjalin komunikasi dengan mereka menjadikan mereka terkadang lebih nyata dibanding kawan didunia nyataku maka tak berlebihan bahwa segala lelah hilang ketika bertemu mereka, tujuanku bukan obyek wisata tapi tujuanku adalah mereka, dan ak ingin sekali berkata “pelukku itu nyata”

dan diantara keempat kegiatan diatas kegiatan keempat lah yang sangat menguras emosi. bagaimana tidak sedari pertama berangkat hingga pulang semua penuh dengan gurat emosi yang sangat menguras energi. Dimulai dari kehabisan tiket kereta, dan pesawat dilanjut bis untunglah masih tersisa 1 seat, dan sampai di Bekasi masih harus langsung bertemu teman kuliah yang sejak 10 tahun lalu tidak berjumpa, dan masih harus bersabar karena ayah dari pacar temanku meninggal dunia dan aku terpaksa pulang jam 11.30 malam. Paginya harus bergegas bangun karena ingin jalan bersama laras dimulai pukul 7 pagi hingga jam 8 malam (jujur itu kakiku kram 3 kali) dan itupun aku tidak langsung pulang harus menjamu teman lagi hingga pukul 23.00 wib. Hari ketiga kakiku sudah berasa mau copot tapi sudah terlanjur janji untuk bermain ke tempat saudara dan akhirnya kesana dengan gontai dan ketiduran 3 jam didepan televisi. Hari keempat langsung ketemuan dengan enif dan teman dari Radja Bangunan seru-seruan makan di Giant Bekasi sampai pukul 23.00 wib, hari Kelima meluncur ke Bogor bersama enif untuk menjenguk teman yang sakit yaitu bunda Juli dan langsung menonton 5cm bersama seorang kawan (gagal karena tiket habis), hari keenam hanya bengong diJatiasih setelah mencuci, mencoba menguatkan hati agar tidak menangis keesokan harinya dan ternyata benar esoknya aku tetap saja menangis …. aigooooooo

Ah Hatiku sudah terpikat pesona Bekasi dengan segala carut marutnya entahlah sebagian besar sahabatku bermukim disana sehingga ketika harus meninggalkan Bekasi aku merasa separuh hatiku tertinggal disana dan itu sebabnya perjalanan pulang aku habiskan dengan menangis di Bis.

Mungkin lain kali akan aku ceritakan secara detail tentang perjalanan yang menguras emosi ini, terima kasih sudah berkunjung and I miss u all

 

Rumah Pohon

3 Januari 2013

08.00 wib

Advertisements