Tags

Hai Pria …
Kulihat kau makin tirus
Tenggelam dalam tumpukan kardus
Berisi jadwal kegiatan
Yang harus berkejaran tak aturan

Tapi Pria …
Matamu masih berasa lembut
Meski ia terus mencekung
Masih pula terasa nyalang
Walau ia terasa tercekat

Kau ingat aku Pria ? …
Seseorang dengan puisi dimulut
Namun hanya mampu terucap lewat mata

Ku harap kau lupakan saja

Lihat kini Pria …
Kau temukan puisi lain bersuara
Nyaring dengan irama
Indah mengapit sajakmu
Termaknai segala katamu

Bukankah itu sebuah kebahagiaan ?

Hai Pria …
Bahagialah kini tersemat
Tak perlu risau menjadi Matahari
Karena tak selamanya ia menyengat
Pun tak selalu ia mampu melindungi

Ya kau Pria Matahari

Dahulu kita pernah terbakar bersama
Bersinarlah …

Rumah Pohon
26 September 2013
22.30 wib

Sumber gambar : http://www.google.com/search?client=ms-rim&hl=en&channel=browser&tbm=isch&q=the+sun+in+the+sky&revid=1626813370&sa=X&ei=6FdEUpeqCcjsrQGpnYGgDg&ved=0CCUQ1QIoBQ

Edited by elok46

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements