Wajah itu nampak senja
Meski wajahnya tak jua renta
Keriput tlah beranak pinak
Uban mengakar jamak

Namun senyumnya terasa timur
Mampu menidurkan jejak uzur
Tampaklah bijak menyabar
Amarah surut ke dasar

Ia tak mengeluh sekalipun berpeluh
Ia tak menjauh meski terpisah
Ia tangguh walau lutut bergoyah
Ia gagah tak kalah pria disanggah

Ia adalah ibu
Yang melahirkan srikandi baru
Hingga dunia tau ia adalah hulu
Menghilirkan kasih seluas biru
Birunya kan menuntunku
Kembali menyusuri kanal cintamu
karena aku merindumu wahai ibu

Teramat rindu

Rumah Pohon,
23 desember 2013
19.00 wib

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements