“Minta maaf sana dan minta baikan”
“Jangan egoislah”
“Turunkan gengsimu”

Bla .. Bla .. Bla ..

Kemarin aku menemukan quotes sendiri
“Jika kau kehilangan sesuatu dan sesuatu itu sulit untuk kau dapatkan kembali percayalah itu merupakan kehilangan yang teramat sangat, hingga ia akan menghargai arti sesuatu”

Berbagai spekulasi muncul dikepala sahabat mengenai sikapku yang masih diam ditempat tidak melakukan apapun juga untuk memperbaiki keadaan, bahkan mereka menganggap aku tak berniat baik untuk memperbaikinya. Bagi mereka jika ingin memperbaiki cukup katakan jika tak mendapat respon baik ya sudah tinggalkan.

Entahlah !

Bagiku itu sama saja tidak memperbaiki, karena ketika kau hendak memperbaiki sesuatu maka kau harus memperbaiki semuanya tidak bisa hanya satu sisi, harus semuanya dan bagaimana mungkin jika ingin memperbaiki semuanya bisa dilakukan dengan instan ?

Wasting time ah .

Memang, tapi setidaknya itulah bentuk usaha untuk berubah dan perubahan itu ada. Karena jika tidak maka aku yakin kedepan kemungkinan akan terjadi hal yang sama dan justru itu akan lebih menyakitkan percayalah !

Trus ?

Meskipun sakit, sebenarnya aku bersyukur seseorang tersebut tidak menerimaku ketika aku berkata aku ingin memperbaiki secara langsung, karena apa ?
Jika ia berkata “iya” maka kemungkinan besar sampai saat ini aku bahkan sama sekali belum berubah, aku belum merasa kehilangan, aku belum merasakan efek memendam rindu, dan aku belum merasakan jatuh.

Harus jatuh ?

Iya, namanya saja jatuh cinta maka kau harus jatuh-sejatuhnya (ini quotes siapa ya lupa). Hanya saja berbeda hasil ada yang ketika jatuh ditangkap tangan perkasa nan berhati lembut, atau dia jatuh bebas kedalam kasur empuk, atau justru ia jatuh ke tanah terhempas, merasakan sakit tapi ia masih sanggup berdiri atau justru ia mati. Kalo itu adalah pilihan tiap individu.

Hasilnya ?

Tak tahu … Itu adalah mutlak keputusan individunya sendiri, jika ia menerima perbaikanku alhamdulillah jika tidak pasti ada hikmah dibalik semuanya toh setidaknya ketika aku berubah siapa yang diuntungkan jika bukan diri sendiri Îγα™ kan ?
Maka jangan terlalu memastikan pada hasil
Lakukan saja semampumu, dan sebaik-baikmu lakukan untuk dirimu sendiri dan biarkan orang lain (terutama dia) yang menilai.

Well …

tak semua yang buruk tampak buruk dan sebaliknya, ketika orang lain menilai dia buruk ternyata ada hal baik yang tersembunyi. Menilai tampak mata buruk adalah yang mudah tapi menilai tak kasat mata yang baik itu yang susah, dan biasanya selalu terlambat menyadarinya .

Gak ada hal yang sia-sia selama itu berada di rel kebaikan maka akan kulakukan perbaikan ini.

Bismillah !

Rumah Pohon,
8 Januari 2014
03.45 wib

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements