Kunamai ia akasia
Sebuah hati yang tak membenci
Tak menyerah meski ia terjatuh
Barisan kata berbentuk mantra
Agar ia terus menjadi baik hati
Meski ia ingin tuk marah

Lalu kusebut ia randu
Sebuah jiwa tak henti merindu
Meski tak ada yang menyambut lugu
ia takkan menjadi lamur
Walau tak terhitung ia gusar
Diam ditempat lalu menyirih kapur

Dan kutulis ia Jati
Tak mudah lapuk oleh musim
Meski digerogoti ulat benci
Ia terus meranggaskan mesum
Hingga bersisa kayu tua
Tanda ia makin dewasa

Ia adalah rangkaian luka
Mengabur sedih menguar perih
Namun ia tak jua gundah
Karena ia sematkan doa

Rangkaian nama yang indah
Takkan lapuk oleh genang mata
Ia hanya perlu sejenak menghela
Agar ia mampu kembali melangkah

Inilah yang disebut hidup
Tak pernah mudah
Namun tak tersebut susah
Ia akan mengikuti prinsip

Maka jangan pernah berhenti berharap !

Rumah Pohon,
18 Januari 2014
21.00 wib

Advertisements