Lama berpetualang kumpulkan cerita
Itari bumi yang melayu lugu
Sudut matanya nampak sendu
Terselebung tali nestapa

Basah mengenang dipelupuk mata
Terhimpit pilu dirongga dada
Nafas tersendat perlahan
Terdiam membisu memikirkan

embun mebanjir dipunggung pinus
Jadikan tanah sembab oleh tetesnya
Meresap perlahan menguar aroma khas
Lalu menghilang bersama hangat surya

Wangi akasia kuatnya randujati
Hamparan hijau sejuknya angin pegunungan
Kemanakah arah pulang ini
Tunjukkan kemana arah jalan

Inilah rumah tempat untuk berteduh
Dari segala carut marut nafsu lahiriah
Merinduinya adalah cara tuk kembali
Menjaganya agar tak terperangkap sepi

Setiap hari keinginan selalu sama Mengejarnya petualang pantang menyerah
Pada akhirnya mata tertutup mulut membisu
Hati yang tak dapat merasa

Disinilah tempat untuk pulang
Pulang dalam peluk palung
Mendekap erat semua ingatan
Takkan pernah tersudut hitungan tahun

Rumah Pohon
18 Januari 2014
06.00 wib

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements