Wahai perut berhentilah demo
Aku tak ingin membenci lagi
Berhentilah berbuat bodo
Aku capek menahan nyeri

Wahai perut mari sejenak berdamai
Ku akan nyanyikan sebuah syair
Semoga membuatmu terhibur
Dan hilangkanlah sakit ini

Aku tau kau jenggah
bertahanlah !
Aku tau kau marah
Redamlah !
Itu takkan lama
Percayalah !

Mari bermimpi saja bagaimana ?
Agar mengendur otot kaku
Semoga kau segera terlupa
Lepaskan semua sembilu

Besok akan baik-baik saja !
Kita pernah lewati sebelumnya
Meski tak seberapa luka
Namun kau tak keluhkan semua

Kau hanya butuh kesabaran .

Rumah Pohon,
18 Januari
20.00 wib

*backsound :
Luka hati..
Akan mati..
Jika jiwa terus menari dan bermimpi..

By Sheila on 7 with : ketidakwarasan Padaku

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements