Aku adalah hasil pikiran anda

Pernah dengar kalimat diatas ?,
Jika pernah lantas apakah ada yang merasa aneh ?
Aku dulunya kurang setuju dengan pemikiran ini, tapi kemarin tepatnya semalam baru sadar kalau pemikiranku salah.

Ketika seseorang berfikiran anda adalah pembohong maka (kemungkinan) selamanya anda akan menjadi pembohong, ketika seseorang berfikiran anda adalah seorang yang lemah maka (kemungkinan) selamanya anda akan menjadi orang lemah, dan masih banyak kemungkinan lainnya.

Kita adalah manusia dinamis yang selalu berubah, baik berubah menjadi lebih buruk atau kebalikannya dan justru itu yang terkadang tidak pernah disadari oleh manusia lainnya. Terkadang ketika seseorang berbuat salah secara otomatis sepertinya akan mengulang kesalahan yang sama dilain waktu padahal yang harus diingat adalah manusia itu mahkluk yang sangat Istimewa, dan saking teristimewa ia bisa berubah menjadi apa saja, siapa saja dan kapan saja.

Contoh nyatanya adalah ketika sekali saja aku memandang orang itu pintar maka yang terlihat dimataku adalah orang itu pintar, dan jarang sekali aku menggaris bawahi jika dia tetap manusia dengan segala kelebihan dan kekuranganya. Satu saat ada seseorang bijak dengan segudang pengalamannya berkata “janganlah menilai seseorang itu terlalu tinggi karena ia akan berbalik suatu saat” dan kurasa itu benar.

Menilai disini artinya luas sekali, tidak hanya satu sisi tapi meliputi banyak sisi. Dalam kasus sederhana hal ini biasanya akan banyak sekali terlihat terutama dalam masalah percintaan. Ketika kita menilai seseorang terlalu tinggi maka yang ada seringkali kita menganggap dia sempurna, dia terlalu pintar untuk banyak hal, dan itulah letak kekacauannya.
Mengutip perkataan ustad felix siauw “santulah ketika menerima celaan hingga tak melambung jika menerima pujian” (kurang lebihnya seperti itu) . Ketika ada orang yang sadar bahwa dirinya pintar bukan tidak mungkin ia akan melayang menerima segala pujian dari kita dan gak usah jauh-jauh aku saja jika dipuji “cantik” maka kepala akan terbang keatas, jika sudah seperti itu mampukah kita berpijak dan akan kujawab tidak.

Ketika kita sudah menerima pujian orang lain dengan bangga maka (hampir) bisa dipastikan kita akan beranggapan kita sudah seperti apa yang diharapkan orang tsb, padahal orang yang memberikan pujian tadi tidak bisa mewakili perkataan seluruh manusia, ingat diatas langit masih ada langit. Kemungkinan terbanyak jika kita merasa diri kita “lebih” adalah kita menganggap orang lain lebih dibawah kita dan ketika itu terjadi maka mantra “aku adalah hasil pemikiran anda” benar-benar terjadi. Sebaik apapun orang tersebut selama kita berfikiran ia tidak baik maka hasilnya akan tidak baik.

Maka jagalah pemikiran kita, gak gampang memang tapi apa sih yang gak bisa kalo kita mau mencoba. Menjudge adalah pekerjaan paling mudah dilakukan, paling mudah diucapkan, paling mudah disarankan ke orang lain tapi paling-paling susah melakukannya. Dan gegara kejadian semalam dan beberapa kejadian sebelumnya membuatku berfikir ulang, bijaklah dalam menilai seseorang, karena sebenarnya kita takkan pernah tau seperti apa manusia itu kecuali dia yang benar benar takut akan Tuhan.

Terima kasih untuk hidup yang kembali mengajari aku sesuatu berharga meskipun untuk mengambil hikmah dari pelajaran tersebut ada harga mahal yang harus dibayar (mahal sekali untukku).

Rumah Pohon,
1 februari 2014
04.00 wib

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements