Tags

Surat kedua, 2 Februari 2014

Dear Kutilangku,

Patutkah aku bertanya apa kabar kepadamu, sedangkan tiap harinya aku masih mengetahui keadaanmu meskipun tidak kasat mata.
Masih syahdukah ketika aku mengucap “aku merinduimu” sementara hampir setiap kita berbincang aku selalu membilang kalimat itu.

Namun satu yang pasti aku tak pernah bosan berkata “apa kabar” dan “aku merinduimu” karena hanya dengan itulah aku bisa mengalihkan rasaku yang ingin mendekapmu dalam nyata … Sungguh !
Kita yang jarak, semakin hari waktu semakin menghimpit percakapan kita dan kitapun hanya bisa saling membaca keadaan masing-masing melalui tulisan yang berlalu lalang diranah maya.

Kutilangku, aku ingin mengadu sedikit boleh ?
Aku baru saja terjatuh dan seperti biasa pasti sakit sekali rasanya namun ini lukanya mengalami pembusukan yang agak lama hingga ia tak jua kering dan membuat airmataku tumpah ruah tak terurus.
Aku tau kau pasti mengerti keadaanku lebih baik dari siapapun tapi kali ini biarkan aku diam dahulu, aku sedang menyiapkan hati agar ia tak lagi membusuk, sungguh !

Kutilangku, mohon maafkan aku ya, desember lalu kita tak sempat berdekapan dan itu merupakan penyesalan terbesarku. Maafkan aku memberikan harapan yang tak mampu untuk ku wujudkan. Maafkan aku … Maafkan aku … Maafkan aku.
Kau tau kejatuhanku kali ini benar-benar merupakan titik balik dalam kehidupanku, dan merubah semuanya maka tak sungkan lagi ku katakan maaf atas segala janji dan harap yang mungkin belum sempat ku penuhi.

Kutilangku, satu pesanku untukmu jangan sakit ya, jangan ! Aku benar – benar khawatir sekali mengetahui dirimu tak berdaya, namun tentu kau tau juga bahwa aku tak mudah juga meluapkan rasa ketidaknyamanan hatiku ketika engkau sakit. Jaga kesehatan, minum vitamin C, dan istirahat sedikit lebih banyak. Berilah hak yang cukup untuk mata indahmu terpejam sayang karena kau itu cantik tau !

Ah sudah cukup aku berpanjang kata , kau pun mungkin akan malas membacanya jika terlalu bertele-tele dan tetap saja akan aku tutup dengan sebuah kalimat “aku merindumu kutilangku, selalu !”

–by @elok46–
–tuk @kukkham–

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements