Tags

Surat ketiga, 3 Februari 2014

Untuk seseorang yang ku sebut Surga

Beliau yang tak pernah kusebut dengan nama

Aku yang enggan  mengajak bergandengan

Memberi jarak agar tak pernah bersama

Memberi waktu agar tak bersingunggan

Untuk beliau yang tak lelah menyempit emosi

hanya demi pertahanan diriku yang terluka

Menyangka diri sebagai salah asuhan sejak dini

Karena tak mengenal beliau sejak balita

Untuk tapak kaki yang selalu suci

aku ingin sekali berdekap dengan punggungmu

Merasakan detak sayangmu melalui telapaku

dan menyurutkan segala prasangka tak terkendali

Ibu, Mama, Emak, Umi siapapun namamu aku tak perduli

Aku hanya tahu engkau teramat berarti sekarang dan nanti

Meski kita selalu jarak namun percayalah kita takkan melara

Meski kita selalu bertembok ide namun kita mengecambah tawa

Surgaku …

Engkau teramat berarti sekarang dan nanti

Maafkan untuk lalu yang membuat kita tak terbaut sempurna

kali ini kupastikan sekrup itu akan terkait

—by@elok46–

Advertisements