Tags

Surat kedelapan, 8 februari 2014

Landai :
Andai ia mampu mengeluh mungkin akan ia lakukan
Namun ia takkan pernah menyerah
Sekalipun kaki mungilnya tak mampu bertahan
Ia sanggup bersandar pada akar tanah

Landai :
Ia tak duduk tak jua mampu berdiri
Hanya menegakkan punggung sedikit lengkung
Terlalu lama menuruti nafsu hati
Kini waktunya kembali menyeimbang

Landai :
Terkadang hadir tanpa undangan
Tak jua pergi kala semua dianggap selesai
Entah apa yang menahan
Tak jua tahu wujud nyata perih ini

Landai :
Dan aku mengapitmu selayak senja
Aku juga membencimu sebesar malam
Manakala ia datang mengusur nila
Hanya untuk datangkan kelam
Aku mencintaimu sekaligus merutukimu, aneh !

–by :@elok46–

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements